kisah Rasul dicabut nyawanya
suatu ketika dua orang lelaki yang sebenarnya malaikat pencabut nyawa mengetuk pintu rumah Rasul. tok tok tok.. ‘yaa Fatimah, siapa itu?’ “entahlah, dua orang lelaki ingin bertemu denganmu” ‘suruh mereka masuk’
percakapan antar malaikat dan Rasul pun dimulai ‘wahai malaikat, apakah maksud kedatanganmu ini untuk mencabut nyawaku atau untuk bersilaturrahmi?’ “dua2nya yaa Rasul, apakah Anda sudah siap? jika belum, kami akan menundanya” ‘tidak, aku sudah siap’ “di akhirat nanti, Allah tidak mengizinkan siapapun memasuki surga sebelum Anda, juga tidak mengizinkan umat manapun masuk sebelum umat Anda, wahai Rasul”
malaikatpun mulai mencabut nyawa Rasul, saat mencapai dada, Rasul pun berkata ‘wahai malaikat, ternyata dicabut nyawa itu rasanya sakit sekali’ malaikatpun sampai memalingkan muka, tak mampu melihat kekasih Allah kesakitan. saat mencapai tenggorokan, Rasul terus mengulangi kalimat ‘wahai umatku, dirikanlah sholat’ hingga suara beliau habis.
sumber : cerita umi, berdasarkan Al Hadits
redaksi kata jauh dari aslinya, mohon maaf dan mohon dibenarkan jika ada yang salah